Tag Archive for: smkbisasmkhebat

Siswa jurusan Kuliner SMK Sahid Bogor melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di beberapa hotel berbintang di Kota Bogor, yaitu Hotel Savero, Royal Padjajaran, Hotel Salak, dan Grande Padjajaran Hotel. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman nyata kepada siswa dalam dunia kerja, khususnya di bidang perhotelan dan kuliner profesional.

Selama PKL, siswa ditempatkan pada dua bagian utama dapur hotel, yaitu:

  1. Pastry Section – mengolah berbagai jenis kue, roti, dan dessert dengan standar hotel berbintang.
  2. Hot Kitchen Section – mempersiapkan dan mengolah menu utama (main course), mulai dari persiapan bahan, teknik memasak, hingga penyajian hidangan sesuai standar internasional.

Sesuai dengan ketentuan industri perhotelan, siswa menjalani jam kerja selama 8 jam per hari dengan pembagian dua shift, yaitu:

  • Shift Pagi: dimulai pukul 05.00 WIB
  • Shift Middle: dimulai pukul 10.00 WIB

Pembagian shift ini membiasakan siswa untuk menyesuaikan diri dengan ritme kerja dapur hotel yang dinamis serta melatih kedisiplinan, tanggung jawab, dan profesionalisme.

Melalui PKL ini, siswa mendapatkan kesempatan untuk:

  • Menerapkan ilmu yang telah dipelajari di sekolah pada dunia kerja nyata.
  • Mengembangkan keterampilan teknis di bidang pastry dan hot kitchen.
  • Belajar langsung dari para chef profesional mengenai standar kerja di dapur hotel.
  • Mengasah soft skill, seperti manajemen waktu, kerja sama tim, dan etos kerja.

Kegiatan PKL di hotel-hotel berbintang ini merupakan bagian penting dari proses pembelajaran di SMK Sahid Bogor.

Dengan pengalaman ini, diharapkan siswa jurusan kuliner mampu menjadi lulusan yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di dunia kerja, baik di industri perhotelan maupun bidang kuliner secara luas.

Program Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan salah satu bagian penting dalam pembelajaran di SMK Sahid Bogor, khususnya bagi siswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV). Melalui PKL, siswa dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh di sekolah sekaligus belajar langsung di dunia industri. Salah satu perusahaan yang menjadi mitra SMK Sahid adalah PT Prisma Multimedia Solution, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang multimedia, event organizer, dan digital creative.

Selama melaksanakan PKL, siswa jurusan DKV mendapatkan berbagai pengalaman berharga, mulai dari proses kreatif di balik layar hingga terjun langsung di lapangan.

1. Terlibat dalam Event Organizer

Siswa DKV berkesempatan untuk ikut serta dalam berbagai event yang ditangani PT Prisma Multimedia Solution. Mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga berperan aktif dalam persiapan dan pelaksanaan acara. Mulai dari mendesain konsep visual event, menyiapkan materi promosi, hingga mengatur perlengkapan di lokasi acara. Pengalaman ini melatih siswa untuk bekerja secara profesional, disiplin, dan mampu beradaptasi dengan dinamika kerja yang cepat.

2. Menjadi Video Editor

Di era digital, kebutuhan akan konten video semakin meningkat. Siswa DKV yang menjalani PKL di PT Prisma Multimedia Solution mendapat kesempatan untuk menjadi video editor. Mereka belajar menggunakan software editing profesional, mengolah hasil dokumentasi acara, membuat teaser, hingga konten kreatif untuk media sosial. Proses editing ini mengasah ketelitian, kreativitas, dan kemampuan teknis siswa agar mampu menghasilkan karya berkualitas.

3. Mendalami Peran sebagai Desainer

Selain video editing, siswa juga dipercaya menjadi desainer grafis. Mereka mengerjakan desain untuk berbagai kebutuhan, seperti poster, banner, backdrop event, feed media sosial, hingga desain identitas visual perusahaan. Dalam praktiknya, siswa belajar bagaimana desain tidak hanya harus menarik secara estetika, tetapi juga komunikatif dan sesuai dengan kebutuhan klien.

4. Berperan sebagai Crew Lapangan

Tidak kalah menarik, siswa DKV juga turut serta menjadi crew lapangan dalam berbagai kegiatan. Tugas yang mereka emban antara lain membantu dokumentasi foto dan video, mengatur pencahayaan, mendukung teknis acara, hingga memastikan kelancaran jalannya kegiatan. Dari pengalaman ini, siswa belajar arti kerja sama tim, ketepatan waktu, serta pentingnya profesionalisme dalam dunia kerja nyata.


Melalui PKL di PT Prisma Multimedia Solution, siswa SMK Sahid Bogor jurusan DKV tidak hanya mendapatkan pengalaman teknis, tetapi juga soft skill yang sangat penting, seperti komunikasi, tanggung jawab, dan manajemen waktu. Semua pengalaman tersebut menjadi bekal berharga untuk melanjutkan karier di bidang industri kreatif, baik sebagai desainer, videografer, maupun entrepreneur muda di masa depan.

Sebagai bagian dari pembelajaran praktik, siswa SMK Sahid Bogor jurusan Kuliner kembali menunjukkan kreativitas dan keterampilan mereka dalam mengolah hidangan berbasis adonan beragi. Kegiatan ini dilaksanakan di dapur praktik sekolah (Gandok), dengan tujuan melatih siswa memahami teknik dasar pembuatan kue modern yang populer di masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, siswa mempraktikkan pembuatan Mini Pizza, Cinnamon Roll, dan Coffee Bun, tiga jenis olahan roti yang menggunakan adonan beragi.

1. Mini Pizza

Dalam pembuatan Mini Pizza, siswa belajar membuat adonan dasar roti yang lembut serta mempraktikkan teknik fermentasi agar roti dapat mengembang sempurna. Setelah adonan siap, siswa menghias pizza mini dengan saus tomat, keju mozzarella, serta aneka topping seperti sosis, dan jagung manis. Mini Pizza ini menjadi favorit karena tampilannya menarik dan rasanya lezat.

2. Cinnamon Roll

Kue khas mancanegara ini menjadi media belajar siswa dalam menguasai teknik menggulung adonan dengan isian kayu manis dan gula. Setelah dipanggang, Cinnamon Roll diberi topping glaze manis yang menambah cita rasa. Melalui praktik ini, siswa dilatih untuk menghasilkan tekstur roti yang empuk dengan tampilan yang rapi.

3. Coffee Bun

Tak kalah menarik, Coffee Bun atau roti dengan aroma kopi yang khas juga dipraktikkan oleh siswa. Roti ini memiliki lapisan luar yang renyah dengan rasa kopi, sedangkan bagian dalamnya lembut dan biasanya diisi dengan butter. Melalui resep ini, siswa belajar tentang pengolahan adonan beragi dengan variasi topping modern.

Praktik pembuatan roti beragi ini tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan kreativitas siswa dalam mengolah dan menyajikan makanan. Guru pembimbing kuliner SMK Sahid menekankan pentingnya ketelitian dalam proses fermentasi, pengukuran bahan, serta teknik memanggang agar hasilnya maksimal.

Aroma harum kaldu yang gurih bercampur dengan kelembutan susu memenuhi udara di dapur praktik SMK Sahid Bogor. Suasana ramai penuh semangat itu datang dari kegiatan praktik pembuatan cream soup oleh siswa jurusan Tata Boga sebagai bagian dari pembelajaran keterampilan memasak.

Kegiatan praktik ini dirancang untuk:

  1. Mengajarkan teknik dasar pembuatan sup krim dengan tekstur dan rasa yang tepat.
  2. Melatih keterampilan penggunaan alat masak secara profesional.
  3. Menanamkan pemahaman tentang standar penyajian hidangan (plating) sesuai industri perhotelan dan restoran.

Dalam praktik ini, siswa mengikuti tahapan profesional mulai dari persiapan hingga penyajian:

  1. Persiapan Bahan (Preparation)
    Siswa menyiapkan bahan segar seperti bawang bombay, wortel, kentang, seledri, kaldu ayam, susu, dan mentega.
  2. Membuat Roux
    Mentega dilelehkan lalu dicampur tepung terigu untuk membuat roux, yang berfungsi sebagai pengental sup.
  3. Memasak dan Membumbui
    Bahan-bahan direbus bersama kaldu, kemudian dicampur dengan susu atau cream. Bumbu seperti garam, lada, dan pala ditambahkan untuk memperkaya rasa.
  4. Penghalusan dan Penyajian
    Sup dihaluskan menggunakan blender, lalu disaring untuk menghasilkan tekstur yang lembut. Sup disajikan hangat dengan garnish roti garlic atau parsley cincang.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada resep, tetapi juga pada keterampilan koordinasi tim, manajemen waktu, dan presentasi hidangan. Guru pembimbing memberikan arahan langsung serta tips praktis untuk memastikan hasil masakan memenuhi standar cita rasa dan penampilan.

Praktik pembuatan cream soup di SMK Sahid Bogor menjadi contoh nyata bahwa pembelajaran kuliner tidak hanya tentang resep, tetapi juga melatih keterampilan teknis, kreativitas, dan profesionalisme. Dengan bekal ini, siswa diharapkan siap bersaing di dunia industri makanan dan minuman yang terus berkembang.

Dunia desain grafis terus berkembang seiring kemajuan teknologi digital. Menjawab tantangan ini, siswa-siswi SMK Sahid Bogor jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) mengasah keterampilan mereka melalui kegiatan pembuatan karya gambar digital yang memadukan kreativitas, teknik, dan inovasi.

Pembuatan karya gambar digital dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu:

  1. Konsep dan Perencanaan
    Siswa menentukan tema karya, membuat mood board, dan menyiapkan sketsa awal. Tema yang diangkat beragam, mulai dari budaya lokal, lingkungan, hingga ilustrasi karakter fantasi.
  2. Digitalisasi Sketsa
    Sketsa manual dipindai atau langsung digambar menggunakan pen tablet atau layar sentuh, sehingga masuk ke tahap digital editing.
  3. Finishing dan Presentasi
    Setelah melalui tahap revisi, karya diekspor dalam format digital siap cetak dan dipresentasikan di depan guru pembimbing serta teman sekelas.

Kegiatan pembuatan karya gambar digital di SMK Sahid Bogor bukan hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga wahana bagi siswa untuk mengekspresikan ide, mengasah keterampilan, dan membangun portofolio profesional sejak dini. Kreativitas mereka membuktikan bahwa masa depan industri kreatif Indonesia ada di tangan generasi muda yang penuh semangat dan inovasi.

Motion graphic adalah kombinasi antara desain grafis, animasi, tipografi, ilustrasi, dan efek visual yang digunakan untuk menyampaikan pesan secara dinamis. Proses pembuatannya tidak hanya melibatkan kemampuan teknis, tetapi juga kreativitas dan perencanaan yang matang. Pada jurusan Desain Komunikasi Visual, pembuatan motion graphic menjadi salah satu output yang diharapkan. Seperti yang dibuat oleh ananda Azka Ghaisan Khasyi berikut ini:

Langkah pertama dalam pembuatan Motion Graphic, dimulai dengan menentukan tujuan dan arah proyek. Seorang desainer perlu memahami siapa target audiensnya, pesan apa yang ingin disampaikan, berapa lama durasi video yang tepat, dan di mana karya tersebut akan dipublikasikan.

Setelah tujuan jelas, proses berlanjut ke tahap riset dan pengumpulan referensi. Di sinilah desainer mencari inspirasi dari berbagai sumber seperti Behance, Dribbble, Vimeo, atau Pinterest. Referensi ini membantu menentukan gaya visual, palet warna, tipografi, serta mood yang ingin dibangun dalam karya.

Dengan referensi di tangan, konsep mulai dirumuskan. Desainer menentukan tema, nada cerita, dan alur yang akan mengalir dari awal hingga akhir. Konsep ini kemudian dituangkan dalam bentuk naskah atau script, terutama jika video membutuhkan narasi atau voice over. Kalimat-kalimat dalam naskah harus singkat, padat, dan mudah dipahami, agar pesan tersampaikan secara efektif.

Tahap berikutnya adalah membuat storyboard, yaitu serangkaian sketsa kasar yang menggambarkan urutan adegan. Storyboard membantu memvisualisasikan ide sebelum masuk ke proses produksi, sekaligus memudahkan penentuan durasi dan transisi antar scene.

Setelah storyboard siap, desainer mulai membuat elemen-elemen visual yang akan dianimasikan. Ilustrasi, ikon, tipografi, dan bentuk-bentuk grafis dibuat menggunakan software desain seperti Adobe Illustrator atau Figma. Pemilihan warna dan tipografi dilakukan dengan hati-hati agar konsisten dengan identitas visual yang diinginkan.

Semua elemen tersebut kemudian dipindahkan ke software animasi, seperti Adobe After Effects, Blender, atau Cinema 4D. Proses animasi dimulai dengan mengatur komposisi, mengatur posisi dan gerakan elemen, menambahkan efek transisi, hingga mengaplikasikan prinsip-prinsip animasi seperti “ease in” dan “ease out” untuk menciptakan gerakan yang halus dan natural.

Untuk menghidupkan visual, audio memegang peran penting. Musik latar, efek suara, dan narasi ditambahkan agar karya lebih imersif dan emosional. Pemilihan audio yang tepat dapat memperkuat pesan dan meningkatkan daya tarik visual.

Setelah semua elemen visual dan audio menyatu, karya tersebut dirender menjadi file video dengan format yang sesuai, seperti MP4 atau MOV, dan resolusi yang disesuaikan dengan platform publikasi. Tahap terakhir adalah distribusi dan evaluasi. Karya diunggah ke platform yang dituju, lalu dievaluasi berdasarkan respon penonton untuk mengetahui apakah pesan tersampaikan dengan efektif.

Proses pembuatan motion graphic memang membutuhkan waktu, ketelitian, dan kreativitas. Namun, dengan perencanaan yang matang dan penguasaan teknik, hasilnya akan menjadi karya yang memikat mata sekaligus menyentuh pikiran audiens.

Siswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) SMK Sahid Bogor terus diasah kreativitas dan kepekaannya, terhadap visual melalui pembelajaran fotografi berbasis produk yang ada di sekitar. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya guru dalam mengenalkan konsep dasar fotografi sekaligus melatih siswa untuk mampu memvisualisasikan objek secara menarik tanpa harus menggunakan alat atau bahan mahal.

Dengan mengusung tema “Eksplorasi Visual dari Sekitar Kita”, para siswa diajak untuk menggunakan berbagai benda sehari-hari seperti makanan, minuman kemasan, produk buatan sendiri seperti cookies “Kiki Kuki”, barang-barang rumah tangga, hingga kerajinan tangan. Tujuannya adalah agar siswa terbiasa mengidentifikasi objek potensial di lingkungan mereka sebagai materi foto yang dapat diolah secara estetik dan profesional.

Dalam proses pembelajaran ini, siswa juga diajarkan teknik dasar fotografi seperti komposisi, pencahayaan, angle, fokus, dan background. Mereka ditantang untuk menata objek secara manual menggunakan media sederhana seperti kertas warna, kain polos, atau alas kayu untuk memperkuat visual objek yang difoto.

Tak hanya itu, sesi pembelajaran juga dilengkapi dengan sesi review karya, di mana siswa mempresentasikan hasil foto mereka dan mendapatkan masukan dari guru maupun teman sekelas. Kegiatan ini membangun kepercayaan diri, kemampuan komunikasi visual, dan kemampuan menerima kritik secara konstruktif.

Pembelajaran fotografi berbasis produk sekitar ini membuktikan bahwa kreativitas bisa diasah dari hal-hal sederhana. Dengan pendekatan ini, siswa DKV SMK Sahid Bogor tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga tumbuh menjadi insan kreatif yang peka terhadap lingkungan dan mampu menghasilkan karya visual yang komunikatif dan bernilai estetis tinggi.

Bogor, 6 Agustus 2025 – SMK Sahid Bogor melaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi kelas XI dari dua jurusan, yaitu Kuliner dan Desain Komunikasi Visual (DKV). Pelaksanaan ANBK ini merupakan bagian dari program nasional yang bertujuan untuk mengevaluasi mutu pendidikan secara menyeluruh dan objektif.

ANBK diselenggarakan di laboratorium komputer sekolah dengan sistem online, memastikan setiap peserta dapat mengakses soal secara digital melalui perangkat komputer yang tersedia. SMK Sahid Bogor telah mempersiapkan segala kebutuhan teknis dan administratif jauh hari sebelumnya untuk mendukung kelancaran kegiatan ini, termasuk simulasi dan gladi bersih yang telah dilakukan beberapa minggu lalu.

Ketua Pelaksana ANBK SMK Sahid Bogor, Ustadz Uci Sanusi,S.Pd menyampaikan bahwa ANBK bukan hanya sekadar ujian, tetapi sebagai refleksi terhadap proses pembelajaran yang telah berlangsung. “Kami berharap hasil asesmen ini bisa menjadi dasar pengembangan strategi pendidikan yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan siswa di masa depan,” ujar beliau.

Peserta ANBK terdiri dari siswa yang telah dipilih secara acak oleh sistem Kementerian Pendidikan. Mereka mengerjakan dua jenis asesmen utama, yaitu Literasi Membaca dan Numerasi, serta Survei Karakter dan Lingkungan Belajar, yang mencerminkan kompetensi esensial dan nilai-nilai yang penting untuk mendukung kesuksesan peserta didik di masa mendatang.

Guru dan tenaga kependidikan di SMK Sahid Bogor juga berperan aktif dalam mendampingi serta memastikan suasana ruang ujian tetap kondusif dan tertib. SMK Sahid Bogor telah berhasil menyelesaikan seluruh prosedur sesuai dengan petunjuk teknis dari Kemendikbudristek.