JADI PRIBADI KUAT “Pengalaman tentang Bullying”

Muhammad Ikhwanuddin, S.Hum, C.PSS, C.CRE (Guru MA Sahid)

Dulu, kira-kira dibawah tahun 2010 ketika saya masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD) di Daerah Ciputat, saya ingat betul setiap malam pukul 20.00 WIB ada sebuah Program TV luar biasa bertajuk “Hitam Putih” disalah satu stasiun televisi swasta. Acara tersebut cukup ikonik bagi generasi yang lahir awal tahun 2000-an.

Didalam program TV tersebut ada banyak pembahasan yang fokus pada motivasi diri dengan mengundang banyak orang-orang hebat di sekitar kita, orang yang hebat karena prestasinya, karena pantang menyerahnya, karena semangatnya yang tidak kenal lelah. Dan tentu, itu semua disajikan dengan apik oleh pembawa acaranya yaitu Om Dedy Corbuzier.

Dari 16 tahun berjalannya program tersebut, mungkin dengan ratusan bahkan ribuan episode yang sudah mengudara tayang untuk masyarakat Indonesia, ada satu episode yang begitu membekas dihidup saya karena ketika itu sangat relate dengan kondisi pergaulan saya di Sekolah Dasar, episode yang membahas tentang Bullying. Pada episode itu diterangkan bahwa, seseorang tetap bisa sukses walaupun dia adalah korban dari tindakan Bully di sekolahnya.

Dalam dunia konseling, seorang anak akan tahan terhadap perlakuan teman-temannya yang kurang pantas (dalam hal ini contohnya adalah Bullying) ketika anak tersebut ditumbuhkan didalam hati dan pikirannya rasa percaya diri yang kuat. Ya, rasa percaya diri ini yang akan membentengi seorang anak tersebut, karena dia akan fokus hanya kepada sesuatu yang membuat dia bertumbuh, walaupun banyak yang menghina bahkan mencoba menjatuhkannya, seorang anak tersebut selalu bangkit dengan rasa percaya dirinya yang kuat.

Kita tidak akan lebih dalam membahas tentang hal tersebut, kali ini kita akan kembali membahas salah satu episode program TV “Hitam Putih” yang sangat membekas dihidup saya. Singkatnya, di dalam episode itu Om Ded membuat sebuah perumpamaan yang luar biasa dan ini bisa dijadikan pegangan untuk siapapun yang kebetulan hari ini mungkin dunia sedang tidak berada dipihaknya. Tentunya untuk menguatkan diri serta menjawab semua caci maki dari orang lain menjadi sebuah prestasi.

Kurang lebih Om Ded mengatakan begini,

“Jika kamu hari ini banyak di-Bully oleh kawanmu, oleh orang-orang disekitarmu dan mereka berusaha mencelakaimu, anggaplah dirimu itu sebagai sebuah batang besi dan teman-teman yang mem-Bullymu itu sebagai sebuah amplas. Setiap kali kamu di-Bully, disitulah kamu anggap bahwa dirimu yang menjadi sebuah batang besi tersebut sedang diamplas, karena temanmu tadi anggaplah sebagai sebuah amplas. Kamu di-Bully lagi maka kamu sedang diamplas lagi, di-Bully lagi artinya kamu diamplas lagi oleh mereka. Memang menyakitkan dan membutuhkan waktu, tapi ingat, suatu hari amplas itu akan habis dan menjadi barang yang tidak ada gunanya sama sekali kemudian dibuang menjadi sampah, dan ketika itu terjadi, ketika itu juga kamu sudah menjadi sebuah batang

besi yang berkilau, yang bersih, yang berdaya jual tinggi dan berharga bahkan dikagumi oleh banyak orang. Maka, jadilah kuat!”

Ini perumpamaan yang sampai hari ini masih saya pegang, menjadi prinsip dihidup saya, karena apa yang dikatakan Om Ded ini benar, terbukti dari banyak kejadian didalam hidup seseorang bahwa mereka yang sering menghina orang lain dan merasa dirinya paling benar adalah justru mereka yang pada akhirnya jatuh kedalam zona kegagalan. Sebaliknya, betapa banyak orang yang hidup dalam tekanan setiap harinya namun ia sukses melebarkan manfaat bagi orang-orang disekitarnya, menjadi berharga dan dikagumi oleh banyak orang.

Lucunya, sayapun jadi teringat dengan nasihat dari Eyang B.J Habibie, ya betul, beliau adalah Presiden Indonesia yang ketiga!. Beliau pernah mengatakan bahwa,

“Kita harusnya berterima kasih kepada orang yang membenci kita, yang membicarakan kita dibelakang kita. Ya, itu benar! Karena mereka merelakan waktu mereka untuk memikirkan kita disaat kita saja tidak sedikitpun pernah memikirkan mereka!”

Saya menambahkan, bahwa, “Pelaut Handal Tidak Lahir Dari Ombak Yang Tenang” dan “Badai Selalu Menyisakan Pohon Dengan Akar Yang Terbaik”. Semoga kita semua bisa tumbuh menjadi pribadi terbaik versi diri kita sendiri, sesuai dengan apa yang menjadi impian kita dan yang paling penting adalah bagaimana kita bisa menjadi bermanfaat oleh orang-orang yang ada disekitar kita.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *