Monitoring PPDB dan MATSAMA MTs Sahid 2025 oleh Kemenag Bogor: Pendidikan Berbasis Cinta & Anti-Kekerasan

Kunjungan Pengawas Kemenag Bogor ke MTs Sahid dalam rangka monitoring kegiatan PPDB dan MATSAMA 2025 menjadi bukti bahwa pendidikan bisa dimulai dari cinta, bukan tekanan. “Bisakah hari pertama sekolah menjadi awal tumbuhnya cinta, bukan trauma?” Di MTs Sahid, jawabannya: bisa!

Kegiatan PPDB dan MATSAMA Tahun Ajaran 2025/2026 tak sekadar rutinitas tahunan, melainkan menjadi momentum penting dalam menanamkan karakter, membangun kecintaan terhadap madrasah, dan menegaskan komitmen terhadap nilai-nilai anti kekerasan. Hal ini terbukti dari kunjungan langsung Hj. Kiki Zakiah, S.Ag., M.Pd.I., selaku Pengawas Pembina Kementerian Agama Kabupaten Bogor yang melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan PPDB dan MATSAMA di MTs Sahid pada 30 Juli 2025

Arahan Juknis MATSAMA: “Madrasahku Surgaku” dan Deklarasi Anti Kekerasan

Dalam kunjungannya, Hj. Kiki menyampaikan bahwa pelaksanaan MATSAMA harus mengacu pada Petunjuk Teknis (Juknis) terbaru dari Kementerian Agama. Ia menekankan dua hal pokok yang wajib ada dalam kegiatan tersebut, yaitu:

  1. Penyampaian materi “Madrasahku Surgaku” sebagai bentuk penanaman rasa cinta siswa terhadap madrasah.
  2. Penandatanganan Piagam Deklarasi Anti Bullying, Anti Kekerasan, dan Anti Pelecehan, yang menjadi simbol komitmen seluruh peserta didik dan civitas madrasah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan beradab.

Penjelasan TKA Berdasarkan Permendiknas No. 9 Tahun 2025

Selain MATSAMA, Hj. Kiki juga menyampaikan sosialisasi terkait Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagaimana diatur dalam Permendiknas Nomor 9 Tahun 2025. Untuk jenjang MTs, TKA akan memfokuskan pada dua mata pelajaran utama, yaitu:

  • Matematika
  • Bahasa Indonesia

TKA direncanakan akan dilaksanakan sekitar bulan Maret hingga Juni 2026. Ini menjadi bagian penting dalam evaluasi mutu akademik peserta didik yang hendak melanjutkan ke jenjang berikutnya.

Beban Kerja Guru Sesuai Pasal 3: 37 Jam 30 Menit Per Minggu

Dalam aspek pembinaan guru, Hj. Kiki juga menegaskan bahwa seluruh pendidik di madrasah wajib memenuhi beban kerja sebesar 37 jam 30 menit per minggu, sesuai dengan regulasi yang berlaku. Rincian beban kerja tersebut mencakup:

  1. Merencanakan pembelajaran atau pembimbingan
  2. Melaksanakan pembelajaran atau pembimbingan (JTM)
  3. Menilai hasil pembelajaran
  4. Membimbing dan melatih peserta didik (termasuk peran sebagai wali kelas)
  5. Melaksanakan tugas tambahan dengan ekuivalensi jam kerja

Kurikulum 2025/2026: Kurikulum Merdeka dengan Pendekatan Berbasis Cinta

Untuk tahun ajaran 2025/2026, struktur kurikulum yang digunakan di madrasah masih mengacu pada Kurikulum Merdeka. Namun, terdapat penekanan baru yaitu pendekatan berbasis cinta.

Apa itu “pendidikan berbasis cinta”?

  • Guru menciptakan proses pembelajaran yang dilandasi empati, keikhlasan, dan hubungan emosional yang positif dengan peserta didik.
  • Fokus bukan semata pada capaian kognitif, tetapi pada penghargaan terhadap keberagaman potensi siswa.
  • Mendorong motivasi intrinsik dalam diri siswa, sehingga mereka belajar dengan kesadaran, bukan karena tekanan.
  • Pendidikan menjadi proses transformatif (mengubah karakter), bukan sekadar transaksional (mengejar nilai).

Update: 8 Dimensi Profil Pelajar Pancasila

Pengawas juga menyampaikan bahwa per Juli 2025, Profil Pelajar Pancasila mengalami pembaruan dari 6 menjadi 8 dimensi, yaitu:

  1. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME
  2. Berkebinekaan global
  3. Gotong royong
  4. Mandiri
  5. Bernalar kritis
  6. Kreatif
  7. Kewargaan aktif (dimensi baru)
  8. Kesehatan jasmani dan mental (dimensi baru)

Ko-Kurikuler Gantikan P5RA

Pengawas menegaskan bahwa mulai tahun ini, P5RA (Proyek Penguatan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin) tidak lagi digunakan.
Sebagai gantinya, kegiatan penguatan karakter siswa akan dilakukan melalui pendekatan ko-kurikuler, yaitu kegiatan non-pelajaran yang tetap terintegrasi dengan pembelajaran inti madrasah.

Apresiasi Pengawas Kemenag Bogor terhadap MTs Sahid

Di akhir kunjungan, Hj. Kiki menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim madrasah, khususnya panitia PPDB dan MATSAMA, atas pelaksanaan yang tertib, edukatif, dan penuh nilai.

“MTs Sahid sudah membuktikan bahwa orientasi siswa baru bisa menjadi ruang pembentukan karakter, bukan sekadar seremoni. Saya bangga dengan pendekatan berbasis cinta yang dibangun oleh para guru dan pengurus,”
– Hj. Kiki Zakiah, S.Ag., M.Pd.I.

Penutup

Kegiatan monitoring dan evaluasi ini ditutup dengan dokumentasi bersama serta doa penutup.
Kepala MTs Sahid turut menyampaikan rasa terima kasih atas bimbingan dan arahan yang diberikan:

“Arahan dan masukan dari Ibu Pengawas sangat berharga. Kami akan terus berkomitmen menjadi madrasah yang memuliakan siswa melalui pendidikan berbasis akhlak dan kasih sayang.”

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *