Dari Bandung Menuju Masa Depan: Enam Siswa SMK Sahid Bogor Belajar Menjadi Pemimpin di ITB

Melalui Orbit Youth Leadership Bootcamp, Bandung Night Walk Learning, dan refleksi pascakegiatan, SMK Sahid Bogor menghadirkan pengalaman belajar yang menghubungkan wawasan, karakter, dan aksi nyata.

BANDUNG, 5 September 2026 — Enam siswa-siswi SMK Sahid Bogor melangkah dengan penuh harapan dan semangat ketika mengikuti Orbit Youth Leadership Bootcamp (OYLB) #2 di Institut Teknologi Bandung (ITB), Sabtu (5/9/2026). Bagi mereka, perjalanan ke Bandung bukan sekadar kunjungan ke kampus ternama, melainkan kesempatan untuk memperluas wawasan, mengasah keberanian, dan mempersiapkan diri menjadi generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Bertempat di Aula Timur ITB, OYLB #2 mempertemukan 375 siswa dari berbagai daerah di Indonesia dalam sebuah pengalaman belajar kepemimpinan yang interaktif. Peserta diajak mengembangkan keberanian berpikir, kemampuan mengambil keputusan, serta kesadaran tentang tanggung jawab seorang pemimpin. Salah satu sesi utamanya menghadirkan Ilham A. Habibie melalui materi Mengambil Keputusan Seperti Habibie.

Bagi siswa SMK Sahid Bogor, kesempatan belajar di lingkungan perguruan tinggi menjadi pengalaman penting untuk membangun cita-cita yang lebih besar. Mereka tidak hanya diajak membayangkan masa depan, tetapi juga belajar memahami bahwa keberhasilan membutuhkan keberanian mencoba, kemauan belajar, kedisiplinan, dan kesediaan bertanggung jawab atas setiap keputusan.

Bandung Night Walk Learning

Bandung Night Walk Learning: Kota Menjadi Ruang Kelas Menariknya, pengalaman belajar para siswa tidak baru dimulai ketika memasuki ruang kegiatan OYLB. Pada malam sebelumnya, Jumat (4/9/2026), siswa SMK Sahid Bogor mengikuti kegiatan Bandung Night Walk Learning, sebuah pembelajaran luar kelas yang memanfaatkan suasana dan kehidupan kota sebagai sumber belajar. Siswa diajak untuk berkeliling dari Masjid Agung, Alun-alun, jalan Merdeka hingga jalan Braga. Mereka membawa misi sesuai dengan jurusan studinya masing-masing. Siswa Kuliner misalnya, mereka diminta mencari dua hingga 3 jenis usaha kuliner yang banyak diminati di sana, melakukan interview pada pedagang dan konsumen, kemudian menulis analisis usaha. Sementara siswa jurusan DKV lebih fokus pada pembuatan liputan serta mempelajari desain marketing dari toko-toko yang ada di Braga.

Dalam kegiatan ini, perjalanan malam dirancang bukan semata-mata sebagai wisata, melainkan sebagai kesempatan untuk mengamati lingkungan, membaca situasi, berdiskusi, dan belajar dari pengalaman nyata. Ruang publik, aktivitas masyarakat, dinamika kota, serta interaksi antarpeserta menjadi bahan untuk melatih kepekaan, komunikasi, kolaborasi, dan kemampuan berpikir kritis.

Melalui pengalaman tersebut, siswa didorong untuk melihat bahwa belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam kelas. Kota dapat menjadi laboratorium sosial yang mengajarkan cara memahami orang lain, mengenali persoalan, menghargai perbedaan, dan mengambil keputusan dengan bijak.

Cari SMK di Bogor yang memadukan keterampilan vokasi, pendidikan karakter Islami, dan persiapan masa depan? Kenali program unggulan SMK Sahid Bogor.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top