Perkembangan zaman menuntut sistem pendidikan untuk terus beradaptasi. Guru tidak cukup hanya menyampaikan materi, tetapi harus memastikan siswa benar-benar memahami konsep, mengaitkannya dengan kehidupan, serta mampu berpikir kritis.

Untuk menjawab tantangan tersebut, hadir Pelatihan Pembelajaran Mendalam yang diselenggarakan pada 24–28 Agustus 2025. Program ini dirancang sebagai solusi untuk memperkuat kapasitas guru dalam merancang, melaksanakan, sekaligus mengevaluasi pembelajaran yang lebih bermakna.

Pelatihan Pembelajaran mendalam menjadi penting karena pendekatan ini mendukung pengembangan berpikir kritis, kreatif, serta refleksi dalam pembelajaran — jauh melampaui hafalan—sejalan dengan prinsip Simplified SOLO Taxonomy (Structure of Observed Learning Outcome) untuk mencapai penguasaan mendalam pemahaman siswa, yang menekankan tahapan pemahaman mulai dari permukaan (surface learning) hingga ke tingkat mendalam (deep learning).

Ada tiga prinsip utama yang menjadi dasar dalam pelatihan ini:

  1. Mindful – Pembelajaran yang penuh kesadaran, menekankan kehadiran penuh guru dan siswa dalam proses belajar.
  2. Meaningful – Pembelajaran yang bermakna, relevan dengan kehidupan nyata siswa.
  3. Joyful – Pembelajaran yang menyenangkan, membuat siswa termotivasi untuk terus belajar.

Ada beberapa alasan mengapa Pelatihan Pembelajaran Mendalam 24–28 Agustus 2025 menjadi penting:

  1. Relevan dengan Kurikulum Merdeka – Menjawab kebutuhan pembelajaran berbasis kompetensi dan projek.
  2. Praktis dan Aplikatif – Peserta tidak hanya menerima teori, tetapi langsung mempraktikkan strategi pembelajaran.
  3. Berorientasi pada Siswa – Fokus pada bagaimana siswa belajar, bukan hanya pada apa yang guru ajarkan.
  4. Kolaboratif – Memberikan ruang bagi guru untuk saling berbagi pengalaman, tantangan, dan sol

Wiwi Widianti, S.Pd. ( Guru Madrasah Aliyah Sahid)

Beberapa waktu yang lalu, saya mengikuti sebuah seminar daring mengenai pendidikan vokasi di Jerman. Salah satu nara sumber dalam seminar tersebut adalah seorang ahli botani yang sedang melakukan riset di Jerman mengenai kayu gaharu. Jujur, saya belum pernah kenal jenis kayu gaharu itu seperti apa. Apa istimewanya kayu ini hingga seseorang melakukan risetnya ke Jerman.

Gaharu. Namanya indah. Lalu saya mencoba mencari informasi mengenai kayu gaharu ini.

Gaharu adalah kayu berwarna kehitaman dan mengandung resin khas yang dihasilkan oleh sejumlah spesies pohon dari marga/genus Aquilaria, terutama A. malaccensis. Resin ini digunakan dalam industri wangi-wangian (parfum dan setanggi) karena berbau harum. Gaharu sejak awal era modern (2000 tahun yang lalu) telah menjadi komoditi perdagangan dari Kepulauan Nusantara ke India, Persia, Jazirah Arab, serta Afrika Timur. (Wikipedia).

Di Indonesia, spesies yang umum menghasilkan kayu gaharu adalah Aquilaria malaccensis, Aquilaria microcarpa, Aquilaria filaria, dan Gyrinops versteegii. Pohon-pohon penghasil gaharu ini banyak ditemukan di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua. Gaharu terbentuk sebagai respons pohon terhadap infeksi jamur atau kerusakan pada batangnya, menghasilkan resin aromatik yang disebut gaharu atau oud.

Apa istimewanya gaharu? Untuk menghasilkan aroma wanginya, gaharu harus terluka. Entah luka alami seperti dahan yang patah, atau luka yang disengaja oleh manusia. Dalam lukanya tersebut, ada mikroba yang membentuk senyawa dan menghasilkan aroma wangi. Intinya begitu. Untuk menjadi wangi, gaharu harus terluka.

Bagaimana jika kita adalah gaharu? Untuk menjadi seorang yang bermanfaat, kita harus ditempa, harus terluka. Di era pertengahan tahun 90-an, adalah hal yang masih lumrah jika ada seorang guru menghukum muridnya dengan memukul telapak tangan menggunakan mistar. Atau mencubit kecil di lengan tangan. Itu yang saya ingat betul dalam kenangan. Apakah waktu itu kita menangis? Tentu tidak. Hanya meringis sedikit. Apakah waktu itu kita melaporkannya ke orang tua? Tentu saja iya, jika berani. Sebab, hukuman itu justru akan ditambah oleh orang tua kita.

Guru-guru dan orang tua kita pada saat itu telah bersinergi dalam menyiapkan mental kita, agar kelak di dua puluh tahun mendatang, kita tidak menjadi manusia yang lemah. Hukuman dari guru-guru dan orang tua dalam koridor kewajaran adalah layaknya gaharu yang sedang berproses dalam lukanya. Dari luka itu kita belajar apa arti ketahanan. Kita mungkin merasa menderita dan terluka oleh hukuman, tapi justru itu yang menjadikan kita lebih kuat.

Gaharu terbentuk dari luka, baik luka alami maupun luka yang disengaja oleh manusia. Luka yang disengaja oleh manusia itu bisa jadi juga luka yang benar-benar membuat kita tersakiti. Imam Syafi’i berkata : “Orang pandir menyerang aku dengan kata-kata kasar. Maka aku tidak ingin menjawabnya. Dia bertambah pandir dan aku bertambah sabar. Aku bagai kayu gaharu, saat dibakar ia menebarkan wangi”. (Diwan Asy-Syafi’i, hal. 156).

Nilai apa yang bsia kita ambil dari kayu gaharu?

Mungkin saja saat ini kita sedang menempuh perjalanan yang panjang dan terjal. Mungkin saja kini kita sedang berada pada masa penuh susah dan luka dalam menuntut ilmu maupun dalam mensyiarkan ilmu. Tak mengapa. Ini adalah sebuah proses. Kelak ada masanya kita mewangi seperti gaharu. Bisa membawa manfaat bagi yang dekat dengan kita. Ikut merasakan wanginya kita.

Jangan pernah patah semangat. Jadilah gaharu.

Beberapa waktu yang lalu, saya mengikuti sebuah seminar daring mengenai pendidikan vokasi di Jerman. Salah satu nara sumber dalam seminar tersebut adalah seorang ahli botani yang sedang melakukan riset di Jerman mengenai kayu gaharu. Jujur, saya belum pernah kenal jenis kayu gaharu itu seperti apa. Apa istimewanya kayu ini hingga seseorang melakukan risetnya ke Jerman.

Gaharu. Namanya indah. Lalu saya mencoba mencari informasi mengenai kayu gaharu ini.

Gaharu adalah kayu berwarna kehitaman dan mengandung resin khas yang dihasilkan oleh sejumlah spesies pohon dari marga/genus Aquilaria, terutama A. malaccensis. Resin ini digunakan dalam industri wangi-wangian (parfum dan setanggi) karena berbau harum. Gaharu sejak awal era modern (2000 tahun yang lalu) telah menjadi komoditi perdagangan dari Kepulauan Nusantara ke India, Persia, Jazirah Arab, serta Afrika Timur. (Wikipedia).

Di Indonesia, spesies yang umum menghasilkan kayu gaharu adalah Aquilaria malaccensis, Aquilaria microcarpa, Aquilaria filaria, dan Gyrinops versteegii. Pohon-pohon penghasil gaharu ini banyak ditemukan di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua. Gaharu terbentuk sebagai respons pohon terhadap infeksi jamur atau kerusakan pada batangnya, menghasilkan resin aromatik yang disebut gaharu atau oud.

Apa istimewanya gaharu? Untuk menghasilkan aroma wanginya, gaharu harus terluka. Entah luka alami seperti dahan yang patah, atau luka yang disengaja oleh manusia. Dalam lukanya tersebut, ada mikroba yang membentuk senyawa dan menghasilkan aroma wangi. Intinya begitu. Untuk menjadi wangi, gaharu harus terluka.

Bagaimana jika kita adalah gaharu? Untuk menjadi seorang yang bermanfaat, kita harus ditempa, harus terluka. Di era pertengahan tahun 90-an, adalah hal yang masih lumrah jika ada seorang guru menghukum muridnya dengan memukul telapak tangan menggunakan mistar. Atau mencubit kecil di lengan tangan. Itu yang saya ingat betul dalam kenangan. Apakah waktu itu kita menangis? Tentu tidak. Hanya meringis sedikit. Apakah waktu itu kita melaporkannya ke orang tua? Tentu saja iya, jika berani. Sebab, hukuman itu justru akan ditambah oleh orang tua kita.

Guru-guru dan orang tua kita pada saat itu telah bersinergi dalam menyiapkan mental kita, agar kelak di dua puluh tahun mendatang, kita tidak menjadi manusia yang lemah. Hukuman dari guru-guru dan orang tua dalam koridor kewajaran adalah layaknya gaharu yang sedang berproses dalam lukanya. Dari luka itu kita belajar apa arti ketahanan. Kita mungkin merasa menderita dan terluka oleh hukuman, tapi justru itu yang menjadikan kita lebih kuat.

Gaharu terbentuk dari luka, baik luka alami maupun luka yang disengaja oleh manusia. Luka yang disengaja oleh manusia itu bisa jadi juga luka yang benar-benar membuat kita tersakiti. Imam Syafi’i berkata : “Orang pandir menyerang aku dengan kata-kata kasar. Maka aku tidak ingin menjawabnya. Dia bertambah pandir dan aku bertambah sabar. Aku bagai kayu gaharu, saat dibakar ia menebarkan wangi”. (Diwan Asy-Syafi’i, hal. 156).

Nilai apa yang bsia kita ambil dari kayu gaharu?

Mungkin saja saat ini kita sedang menempuh perjalanan yang panjang dan terjal. Mungkin saja kini kita sedang berada pada masa penuh susah dan luka dalam menuntut ilmu maupun dalam mensyiarkan ilmu. Tak mengapa. Ini adalah sebuah proses. Kelak ada masanya kita mewangi seperti gaharu. Bisa membawa manfaat bagi yang dekat dengan kita. Ikut merasakan wanginya kita.

Jangan pernah patah semangat. Jadilah gaharu.

Beberapa waktu yang lalu, saya mengikuti sebuah seminar daring mengenai pendidikan vokasi di Jerman. Salah satu nara sumber dalam seminar tersebut adalah seorang ahli botani yang sedang melakukan riset di Jerman mengenai kayu gaharu. Jujur, saya belum pernah kenal jenis kayu gaharu itu seperti apa. Apa istimewanya kayu ini hingga seseorang melakukan risetnya ke Jerman.

Gaharu. Namanya indah. Lalu saya mencoba mencari informasi mengenai kayu gaharu ini.

Gaharu adalah kayu berwarna kehitaman dan mengandung resin khas yang dihasilkan oleh sejumlah spesies pohon dari marga/genus Aquilaria, terutama A. malaccensis. Resin ini digunakan dalam industri wangi-wangian (parfum dan setanggi) karena berbau harum. Gaharu sejak awal era modern (2000 tahun yang lalu) telah menjadi komoditi perdagangan dari Kepulauan Nusantara ke India, Persia, Jazirah Arab, serta Afrika Timur. (Wikipedia).

Di Indonesia, spesies yang umum menghasilkan kayu gaharu adalah Aquilaria malaccensis, Aquilaria microcarpa, Aquilaria filaria, dan Gyrinops versteegii. Pohon-pohon penghasil gaharu ini banyak ditemukan di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua. Gaharu terbentuk sebagai respons pohon terhadap infeksi jamur atau kerusakan pada batangnya, menghasilkan resin aromatik yang disebut gaharu atau oud.

Apa istimewanya gaharu? Untuk menghasilkan aroma wanginya, gaharu harus terluka. Entah luka alami seperti dahan yang patah, atau luka yang disengaja oleh manusia. Dalam lukanya tersebut, ada mikroba yang membentuk senyawa dan menghasilkan aroma wangi. Intinya begitu. Untuk menjadi wangi, gaharu harus terluka.

Bagaimana jika kita adalah gaharu? Untuk menjadi seorang yang bermanfaat, kita harus ditempa, harus terluka. Di era pertengahan tahun 90-an, adalah hal yang masih lumrah jika ada seorang guru menghukum muridnya dengan memukul telapak tangan menggunakan mistar. Atau mencubit kecil di lengan tangan. Itu yang saya ingat betul dalam kenangan. Apakah waktu itu kita menangis? Tentu tidak. Hanya meringis sedikit. Apakah waktu itu kita melaporkannya ke orang tua? Tentu saja iya, jika berani. Sebab, hukuman itu justru akan ditambah oleh orang tua kita.

Guru-guru dan orang tua kita pada saat itu telah bersinergi dalam menyiapkan mental kita, agar kelak di dua puluh tahun mendatang, kita tidak menjadi manusia yang lemah. Hukuman dari guru-guru dan orang tua dalam koridor kewajaran adalah layaknya gaharu yang sedang berproses dalam lukanya. Dari luka itu kita belajar apa arti ketahanan. Kita mungkin merasa menderita dan terluka oleh hukuman, tapi justru itu yang menjadikan kita lebih kuat.

Gaharu terbentuk dari luka, baik luka alami maupun luka yang disengaja oleh manusia. Luka yang disengaja oleh manusia itu bisa jadi juga luka yang benar-benar membuat kita tersakiti. Imam Syafi’i berkata : “Orang pandir menyerang aku dengan kata-kata kasar. Maka aku tidak ingin menjawabnya. Dia bertambah pandir dan aku bertambah sabar. Aku bagai kayu gaharu, saat dibakar ia menebarkan wangi”. (Diwan Asy-Syafi’i, hal. 156).

Nilai apa yang bsia kita ambil dari kayu gaharu?

Mungkin saja saat ini kita sedang menempuh perjalanan yang panjang dan terjal. Mungkin saja kini kita sedang berada pada masa penuh susah dan luka dalam menuntut ilmu maupun dalam mensyiarkan ilmu. Tak mengapa. Ini adalah sebuah proses. Kelak ada masanya kita mewangi seperti gaharu. Bisa membawa manfaat bagi yang dekat dengan kita. Ikut merasakan wanginya kita.

Jangan pernah patah semangat. Jadilah gaharu.


Pendaftaran Santri Baru Tahun Ajaran 2026/2027 sudah dibuka!

Ingin anak Anda tumbuh di lingkungan pendidikan Islami, berkarakter, dan penuh prestasi?
Bergabunglah dengan Madrasah Aliyah Sahid di Pondok Pesantren Modern Sahid

📞 Info & Formulir: PPDB MA Sahid
📞 Hubungi Admin via WhatsApp: Chat Me
📍 Cek Lokasi MA Sahid

Bogor, 26 Agustus 2025 – Bagaimana jika ujian bukan sekadar soal angka, tapi juga suasana belajar di sekolah? Itulah yang terjadi pada pelaksanaan ANBK MTs Sahid 2025 Hari Kedua. Santri MTs Sahid tidak hanya diuji dengan tes numerasi, tetapi juga diajak mengisi survei lingkungan belajar yang memberikan gambaran nyata kualitas pendidikan di sekolah.


Pelaksanaan ANBK MTs Sahid 2025 Hari Kedua

Santri MTs Sahid mengikuti ANBK hari kedua: numerasi dan survei lingkungan belajar

Setelah sukses melaksanakan literasi membaca dan survei karakter pada hari pertama, MTs Sahid melanjutkan ANBK MTs Sahid 2025 Hari Kedua pada Selasa, 26 Agustus 2025. Agenda kali ini berfokus pada numerasi dan survei lingkungan belajar.

Tes numerasi bertujuan mengukur kemampuan berpikir logis, menganalisis data, serta memecahkan persoalan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Para santri ditantang untuk mengasah nalar numerik mereka, bukan sekadar menghafal rumus. Soal-soal yang dihadapi dirancang untuk melatih daya kritis, ketelitian, serta strategi penyelesaian masalah.

Sementara itu, survei lingkungan belajar berfungsi memberikan potret nyata suasana akademik di sekolah. Survei ini mencakup interaksi guru dan siswa, kondisi fasilitas belajar, serta kenyamanan ruang kelas dan laboratorium. Hasil survei nantinya akan menjadi masukan penting bagi sekolah untuk terus meningkatkan mutu pendidikan pada tahun ajaran 2025/2026.


Antusiasme Santri dan Harapan Sekolah

Meski tes numerasi dikenal cukup menantang, para santri MTs Sahid tetap bersemangat. Salah satu peserta menyampaikan, “Soalnya bikin mikir keras, tapi seru karena melatih logika. Kami jadi terbiasa mencari solusi yang lebih efektif.”

Kepala MTs Sahid menegaskan pentingnya momentum ini, “Pelaksanaan ANBK MTs Sahid 2025 Hari Kedua menjadi cerminan mutu sekolah. Survei lingkungan belajar membantu kami mengevaluasi banyak hal, dari metode pengajaran hingga fasilitas. Kami berharap hasil asesmen ini benar-benar memberi kontribusi untuk perbaikan berkelanjutan.”


Penutup

Dengan selesainya ANBK MTs Sahid 2025 Hari Kedua, seluruh rangkaian asesmen nasional di MTs Sahid berjalan dengan baik. Harapannya, hasil yang diperoleh tidak hanya berupa angka statistik, tetapi juga menjadi pijakan kuat untuk membentuk generasi santri yang Islami, cerdas, dan berkarakter.

👉 Informasi resmi mengenai ANBK dapat dilihat di situs ANBK Kemdikbud.
👉 Baca juga: Berita Hari Pertama ANBK MTs Sahid 2025: Literasi dan Survei Karakter.

MTs Sahid Juara di Deluxio Anniversary Handball 2025

Ajang Bergengsi SMP se-Bogor Raya

Bogor, 24 Agustus 2025 — Santri MTs Sahid menorehkan prestasi cemerlang dalam turnamen Deluxio Anniversary Handball 2025 yang berlangsung di GOR SDIT Aliya, Kota Bogor. Kompetisi antar SMP se-Bogor Raya ini menghadirkan 10 tim putra dan 8 tim putri, menjadikan suasana pertandingan penuh semangat dan sarat gengsi, meskipun bukan agenda resmi ABTI.

Persiapan Menuju Open Bogor Oktober

Keikutsertaan MTs Sahid menjadi langkah strategis sebagai pemanasan menuju Open Bogor Handball Oktober mendatang. Dukungan penuh datang dari Kepala Sekolah, Kepala Asrama, serta orang tua santri yang hadir langsung di tribun penonton. Kehadiran mereka memberikan dorongan motivasi tambahan bagi para pemain untuk tampil maksimal.

Hasil Membanggakan Bagi MTs Sahid

Kerja keras latihan akhirnya membuahkan hasil:

  • MTs SAHID A Putra — Juara 1, tampil konsisten dengan pertahanan solid.
  • MTs SAHID B Putra — Juara 3, membuktikan kedalaman skuad dan mental juara.
  • MTs SAHID Putri — Juara 2, bermain agresif dan mampu menyingkirkan lawan-lawan tangguh.

“Alhamdulillah, prestasi ini hasil kerja sama tim dan semangat pantang menyerah. InsyaAllah jadi modal kepercayaan diri untuk event selanjutnya,” ungkap salah satu pembina handball MTs Sahid.

Atmosfer Turnamen dan Spirit Sportivitas

Pertandingan dari babak grup hingga final berlangsung sengit. Sorakan penonton membuat suasana semakin meriah. Meski berlabel anniversary event, gengsi turnamen tetap tinggi karena melibatkan sekolah-sekolah unggulan di Bogor Raya.

Evaluasi dan Target Berikutnya

Setelah euforia juara, para pemain segera kembali berlatih. Fokus pembenahan diarahkan pada variasi serangan cepat, disiplin bertahan, serta peningkatan stamina. Dengan persiapan yang lebih matang, tim optimis menghadapi tantangan di Open Bogor Handball pada bulan Oktober.

Informasi pendaftaran Santri Baru silahkan kunjungi link berikut: Pendaftaran PSB

Baca juga: Santri MTs Sahid Raih Juara Futsal Proton Super Cup.

Pelaksanaan ANBK MTs Sahid 2025 Hari Pertama

Bogor, 25 Agustus 2025 – MTs Sahid Pondok Pesantren Modern Sahid resmi melaksanakan ANBK MTs Sahid 2025 tahun ajaran 2025/2026. Kegiatan berlangsung pada 25–26 Agustus 2025 dengan penuh semangat dari para santri.ANBK menjadi instrumen penting Kementerian Pendidikan untuk memetakan mutu pendidikan di seluruh Indonesia.

ANBK MTs Sahid 2025

Pada hari pertama ANBK MTs Sahid 2025, santri mengikuti tes literasi membaca serta survei karakter. Tes literasi mengukur kemampuan memahami dan menafsirkan teks dalam berbagai konteks. Survei karakter menilai nilai kejujuran, kemandirian, kedisiplinan, dan kepedulian sosial, yang merupakan ciri khas pembelajaran di MTs Sahid.

Kegiatan berlangsung di laboratorium komputer sekolah dengan suasana yang kondusif. Para peserta tampak serius sekaligus antusias. Salah satu santri menyampaikan, “Awalnya terasa menegangkan, tetapi soal literasi membuat kami lebih kritis dan belajar berpikir mendalam.”

Hari Kedua ANBK MTs Sahid 2025: Numerasi & Survei Lingkungan Belajar

Pada hari kedua, Selasa 26 Agustus 2025, pelaksanaan ANBK dilanjutkan dengan tes numerasi dan survei lingkungan belajar. Numerasi mengasah kemampuan berpikir logis dalam memecahkan masalah, sedangkan survei lingkungan belajar menilai suasana akademik dan iklim pendidikan di sekolah.

Antusiasme Santri dan Harapan Sekolah

Para santri MTs Sahid terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian ANBK. Salah satu peserta menyampaikan, “Awalnya sempat tegang, tapi ternyata menyenangkan karena soalnya menantang dan membuat kita berpikir.”

Kepala MTs Sahid menambahkan, “Melalui ANBK MTs Sahid 2025 ini, kami berharap santri bukan hanya unggul akademik, tetapi juga berkarakter Islami dan nasionalis.”

Informasi pendaftaran Santri Baru silahkan kunjungi link berikut: Pendaftaran PSB

Baca juga: Santri MTs Sahid Raih Juara Futsal Proton Super Cup.

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa SMK Sahid Bogor, khususnya dari jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV), M. Firmansyah Putra, siswa kelas XI DKV, yang berhasil menuangkan kreativitasnya melalui karya komik yang kini telah dipublikasikan di platform Webtoon.

Sejak menekuni dunia seni ilustrasi dan desain, Firmansyah menunjukkan ketekunan luar biasa dalam mengembangkan ide-ide kreatif. Salah satu karyanya yang kini mendapatkan perhatian adalah komik dengan tema kehidupan santri. Uniknya, komik tersebut tidak sekadar menampilkan cerita ringan, melainkan memiliki pesan moral yang mendalam.

Komik tersebut berkisah tentang seorang santri yang dikenal nakal, namun di balik kenakalannya ia menyimpan banyak prestasi dan cita-cita mulia. Karakter utama digambarkan sebagai sosok yang penuh semangat, kreatif, dan memiliki keinginan kuat untuk berbagi ilmu kepada orang lain. Dengan gaya penceritaan yang ringan namun sarat makna, Firmansyah berhasil mengemas kisah santri tersebut menjadi sebuah tontonan yang inspiratif sekaligus menghibur.

Saya ingin menyampaikan bahwa setiap orang punya sisi positif dan potensi yang bisa dikembangkan. Jangan hanya menilai dari luar saja. Bahkan seorang santri yang terlihat nakal bisa jadi punya prestasi besar dan niat baik untuk berbagi,” ujar Firmansyah saat ditemui di sela-sela kegiatan belajar.

Keberhasilan Firmansyah mempublikasikan komiknya di Webtoon tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi SMK Sahid, khususnya jurusan DKV. Hal ini menunjukkan bahwa siswa tidak hanya berprestasi di dalam kelas, tetapi juga mampu menyalurkan karya nyata yang bisa dinikmati masyarakat luas melalui platform digital.

Kepala Program Keahlian DKV SMK Sahid, Inggit Selvira, S.Sos memberikan apresiasi atas capaian ini. “Karya Firmansyah menjadi bukti bahwa anak-anak DKV SMK Sahid mampu bersaing di dunia industri kreatif. Kami mendukung penuh siswa-siswi untuk terus berkarya, baik di bidang komik, ilustrasi, desain grafis, maupun multimedia,” ungkapnya.

Siswa jurusan Kuliner SMK Sahid Bogor melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di beberapa hotel berbintang di Kota Bogor, yaitu Hotel Savero, Royal Padjajaran, Hotel Salak, dan Grande Padjajaran Hotel. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman nyata kepada siswa dalam dunia kerja, khususnya di bidang perhotelan dan kuliner profesional.

Selama PKL, siswa ditempatkan pada dua bagian utama dapur hotel, yaitu:

  1. Pastry Section – mengolah berbagai jenis kue, roti, dan dessert dengan standar hotel berbintang.
  2. Hot Kitchen Section – mempersiapkan dan mengolah menu utama (main course), mulai dari persiapan bahan, teknik memasak, hingga penyajian hidangan sesuai standar internasional.

Sesuai dengan ketentuan industri perhotelan, siswa menjalani jam kerja selama 8 jam per hari dengan pembagian dua shift, yaitu:

  • Shift Pagi: dimulai pukul 05.00 WIB
  • Shift Middle: dimulai pukul 10.00 WIB

Pembagian shift ini membiasakan siswa untuk menyesuaikan diri dengan ritme kerja dapur hotel yang dinamis serta melatih kedisiplinan, tanggung jawab, dan profesionalisme.

Melalui PKL ini, siswa mendapatkan kesempatan untuk:

  • Menerapkan ilmu yang telah dipelajari di sekolah pada dunia kerja nyata.
  • Mengembangkan keterampilan teknis di bidang pastry dan hot kitchen.
  • Belajar langsung dari para chef profesional mengenai standar kerja di dapur hotel.
  • Mengasah soft skill, seperti manajemen waktu, kerja sama tim, dan etos kerja.

Kegiatan PKL di hotel-hotel berbintang ini merupakan bagian penting dari proses pembelajaran di SMK Sahid Bogor.

Dengan pengalaman ini, diharapkan siswa jurusan kuliner mampu menjadi lulusan yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di dunia kerja, baik di industri perhotelan maupun bidang kuliner secara luas.

Bogor, 20 Agustus 2025 –  Madrasah Aliyah Sahid menggelar SAFEST (Sahid Festival) 2025 sebagai acara puncak yang spektakuler dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Ke-80 Republik Indonesia. Rangkaian acara yang berlangsung selama tiga hari, yakni 18–20 Agustus 2025, ini sukses menarik perhatian warga Pondok Pesantren Modern Sahid yang hadir untuk menyaksikan penampilan-penampilan dari para siswa dengan penuh semangat dan kreativitas. Di hari pertama dan kedua diisi dengan perlombaan khas seperti lomba kelereng, estafet air dan lain-lain oleh para guru serta siswa-siswi sebagai peserta.

Dengan tema *“Kreasi Tanpa Batas, Prestasi Tanpa Batas”*, festival di hari ketiga ini menampilkan berbagai pertunjukan menarik seperti pentas seni, bazar kuliner, lomba antar kelas, serta penampilan band dari siswa-siswi Madrasah Aliyah Sahid. Acara ini dihadiri oleh seluruh warga Madrasah Aliyah Sahid serta Madrasah Tsanawiyah Sahid.

Kepala MA Sahid , Ustadz Mohamad Toha Munir S.Hum, M.E, dalam sambutannya mengatakan pentingnya mengenalkan dan melestarikan budaya bangsa.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin membangun kesadaran para siswa akan pentingnya menjaga identitas budaya di tengah arus globalisasi. Festival ini juga menjadi wadah bagi mereka untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus mempererat persatuan,” ujarnya.

Acara puncak SAFEST dibuka secara resmi pada 20 Agustus 2025 pukul 08.00 WIB dan berlangsung hingga sore hari. Para siswa tampak antusias dan mengikuti acara hingga selesai. Sahid Festival 2025 diharapkan bisa menjadi motivasi bagi siswa untuk terus berkarya, serta mempererat tali persaudaraan antar warga sekolah.

Salah satu yang menjadi daya tarik utama dalam festival ini adalah keterlibatan aktif siswa dalam setiap aspek kegiatan. Dari perencanaan, dekorasi, penampilan, hingga pengelolaan logistik, semuanya dilakukan oleh siswa dengan bimbingan para guru. Hal ini memberikan pengalaman berharga dalam hal kepemimpinan, kerja tim, dan tanggung jawab sosial.

Ketua OSIS MA Sahid , Arif Rahman Khakim, mengatakan bahwa acara ini telah dipersiapkan selama lebih dari satu bulan. “Kami sangat bangga bisa menunjukkan bahwa siswa Madrasah Aliyah Sahid bisa menciptakan acara sebesar ini dengan hasil yang luar biasa. Semoga festival ini bisa menjadi acara tahunan yang lebih besar lagi di masa depan,” ujarnya dengan semangat.

Melalui Festival  ini, MA Sahid  tidak hanya memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia secara seremonial, tetapi juga menghidupkan kembali semangat cinta tanah air melalui pengenalan budaya kepada generasi muda. Diharapkan kegiatan ini menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam mengedukasi dan membangun karakter siswa dengan cara yang kreatif dan bermakna.


Pendaftaran Santri Baru Tahun Ajaran 2026/2027 sudah dibuka!

Ingin anak Anda tumbuh di lingkungan pendidikan Islami, berkarakter, dan penuh prestasi?
Bergabunglah dengan Madrasah Aliyah Sahid di Pondok Pesantren Modern Sahid

📞 Info & Formulir: PPDB MA Sahid
📞 Hubungi Admin via WhatsApp: Chat Me
📍 Cek Lokasi MA Sahid

Bogor, Agustus 2025 — Seminar Literasi Keuangan dan Manajemen Waktu MTs Sahid kembali digelar untuk membekali santri dengan keterampilan hidup. Acara bertajuk “Kebijakan Mengatur Keuangan dan Waktu Sedari Dini” ini berlangsung Kamis, 21 Agustus 2025, pukul 10.00–12.00 WIB di Serambi Kanan Masjid Sadaniyah Al-Munawaroh.
Seminar menghadirkan narasumber utama, Bapak Agung Tri Prasetyo, seorang Registered Financial Planner berpengalaman di bidang literasi keuangan dan pengembangan diri.

Seminar Literasi Keuangan MTs Sahid Bersama Praktisi

Seminar Literasi Keuangan MTs Sahid

Dalam materinya, Agung Tri Prasetyo menegaskan bahwa keterampilan mengelola keuangan harus dipelajari sejak dini. Santri perlu dilatih untuk membedakan kebutuhan dan keinginan, membiasakan menabung, serta menyusun rencana sederhana agar terbentuk karakter mandiri.

“Keuangan bukan tentang jumlah, tapi cara mengelolanya. Semakin dini belajar, semakin siap menghadapi masa depan,” ujarnya.

Manajemen Waktu Santri Jadi Bekal Penting

Selain membahas literasi keuangan, Agung juga menekankan manajemen waktu santri. Menurutnya, waktu adalah aset paling berharga yang tidak bisa diulang. Dengan disiplin dan penjadwalan yang baik, santri dapat menyeimbangkan belajar, ibadah, dan aktivitas lainnya.

“Kesuksesan lahir dari disiplin mengatur waktu, bukan hanya dari kepintaran,” tambahnya.

Komitmen MTs Sahid Mencetak Generasi Mandiri

Kepala MTs Sahid menegaskan bahwa Seminar Literasi Keuangan dan Manajemen Waktu ini merupakan wujud komitmen madrasah dalam mencetak generasi cerdas finansial, disiplin waktu, dan berkarakter Islami.

Melalui seminar bersama Agung Tri Prasetyo, Registered Financial Planner, MTs Sahid berharap santri mampu menjadi generasi unggul, mandiri, dan siap menghadapi tantangan zaman. Dengan literasi keuangan dan manajemen waktu yang baik, santri dapat tumbuh menjadi pribadi yang Islami sekaligus adaptif terhadap perkembangan dunia modern.

Program Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan salah satu bagian penting dalam pembelajaran di SMK Sahid Bogor, khususnya bagi siswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV). Melalui PKL, siswa dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh di sekolah sekaligus belajar langsung di dunia industri. Salah satu perusahaan yang menjadi mitra SMK Sahid adalah PT Prisma Multimedia Solution, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang multimedia, event organizer, dan digital creative.

Selama melaksanakan PKL, siswa jurusan DKV mendapatkan berbagai pengalaman berharga, mulai dari proses kreatif di balik layar hingga terjun langsung di lapangan.

1. Terlibat dalam Event Organizer

Siswa DKV berkesempatan untuk ikut serta dalam berbagai event yang ditangani PT Prisma Multimedia Solution. Mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga berperan aktif dalam persiapan dan pelaksanaan acara. Mulai dari mendesain konsep visual event, menyiapkan materi promosi, hingga mengatur perlengkapan di lokasi acara. Pengalaman ini melatih siswa untuk bekerja secara profesional, disiplin, dan mampu beradaptasi dengan dinamika kerja yang cepat.

2. Menjadi Video Editor

Di era digital, kebutuhan akan konten video semakin meningkat. Siswa DKV yang menjalani PKL di PT Prisma Multimedia Solution mendapat kesempatan untuk menjadi video editor. Mereka belajar menggunakan software editing profesional, mengolah hasil dokumentasi acara, membuat teaser, hingga konten kreatif untuk media sosial. Proses editing ini mengasah ketelitian, kreativitas, dan kemampuan teknis siswa agar mampu menghasilkan karya berkualitas.

3. Mendalami Peran sebagai Desainer

Selain video editing, siswa juga dipercaya menjadi desainer grafis. Mereka mengerjakan desain untuk berbagai kebutuhan, seperti poster, banner, backdrop event, feed media sosial, hingga desain identitas visual perusahaan. Dalam praktiknya, siswa belajar bagaimana desain tidak hanya harus menarik secara estetika, tetapi juga komunikatif dan sesuai dengan kebutuhan klien.

4. Berperan sebagai Crew Lapangan

Tidak kalah menarik, siswa DKV juga turut serta menjadi crew lapangan dalam berbagai kegiatan. Tugas yang mereka emban antara lain membantu dokumentasi foto dan video, mengatur pencahayaan, mendukung teknis acara, hingga memastikan kelancaran jalannya kegiatan. Dari pengalaman ini, siswa belajar arti kerja sama tim, ketepatan waktu, serta pentingnya profesionalisme dalam dunia kerja nyata.


Melalui PKL di PT Prisma Multimedia Solution, siswa SMK Sahid Bogor jurusan DKV tidak hanya mendapatkan pengalaman teknis, tetapi juga soft skill yang sangat penting, seperti komunikasi, tanggung jawab, dan manajemen waktu. Semua pengalaman tersebut menjadi bekal berharga untuk melanjutkan karier di bidang industri kreatif, baik sebagai desainer, videografer, maupun entrepreneur muda di masa depan.