Bogor, 31 Juli 2025—Dalam rangka mempererat hubungan antar alumni dan memotivasi siswa untuk meraih cita-cita, Madrasah Aliyah sahid, Pondok Pesantren Modern Sahid  mengadakan kegiatan Sharing Alumni pada hari kamis, 31 Juli 2025. Acara ini diikuti oleh seluruh siswa kelas X, XI dan XII, serta menghadirkan dua alumni dari berbagai universitas. Acara sharing Session dengan alumni ini dilaksanakan secara rutin setiap bulan.

Kegiatan ini mengusung tema ‘Mengapai Cita-Cita Gemilang di Masa Depan’, kegiatan ini menjadi ajang berbagi pengalaman, tips, dan inspirasi langsung dari para alumni yang pernah menempuh pendidikan di madrasah yang sama, MA Sahid. Diharapkan peserta bisa menggali banyak informasi tentang pengalaman selama belajar di MA sahid dan memberikan tips untuk persiapan masuk ke perguruan tinggi.

Salah satu pembicara, Teuku Subhanul Amar, alumni 2024, yang kini sedang menempuh pendidikan di Universitas Negri Malang jurusan Kimia, membagikan kisah perjuangannya selama menempuh pendidkan di MA sahid sehingga dapat diterima di universitas yang diimpikan.  Pembicara lainnya, Cintiya Fajriani, alumni 2024, yang kini berkuliah di jurusan Psikologi UIN Bandung, mengajak para siswa untuk giat belajar sejak dini. Baginya belajar adalah proses yang panjang dan banyak sekali tantangannya. Sehingga dibutuhkan tekad yang kuat untuk menyelesaikannya, termasuk di level menengah.

Belajar di perguruan tinggi harus dipersiapkan tidak cukup ketika menjelang kelulusan saja, atau kelas XII. Semuanya harus dipersiapkan sejak kelas X. Amar dan Cintya mengucapkan banyak terima kasih untuk program-program yang dilaksanakan di MA Sahid yang bagi mereka sangat membantu untuk masuk ke perguruan tinggi, bahkan ketika mereka belajar di perguruan tinggi. Oleh karena itu mereka berpesan kepada peserta untuk mengikuti semua program yang dirancang di Madrasah.

Acara ini juga menjadi sarana tanya jawab langsung antara siswa dan alumni, membahas seputar dunia kuliah, pemilihan jurusan, serta peluang beasiswa. Banyak siswa mengaku termotivasi setelah mengikuti sesi ini.[]

Pramuka bukan sekadar kegiatan seragam dan baris-berbaris. Lebih dari itu, Pramuka adalah sarana pembentukan karakter, kepemimpinan, kemandirian, dan semangat gotong royong. Itulah yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan Pramuka wajib setiap hari Kamis di SMK Sahid Bogor, sebagai bagian dari pendidikan karakter yang terintegrasi dengan Kurikulum Merdeka.

Kegiatan ini melibatkan seluruh siswa dari berbagai tingkatan dan jurusan. Setiap Kamis, para siswa mengenakan seragam Pramuka lengkap dan mengikuti berbagai aktivitas yang telah dirancang secara terpadu dan mendidik, mulai dari apel, latihan baris-berbaris (PBB), pengenalan tali-temali, survival, pengetahuan kepramukaan, hingga kegiatan kreatif seperti yel-yel dan permainan edukatif.

Tujuan dan Manfaat

Kegiatan Pramuka ini memiliki berbagai tujuan positif, antara lain:

  • Membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab.
  • Menanamkan jiwa kepemimpinan dan kerja sama tim.
  • Melatih keterampilan hidup (life skills) yang berguna dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja.
  • Menumbuhkan cinta tanah air dan kepedulian sosial.
  • Mengurangi ketergantungan siswa pada gawai melalui kegiatan luar ruang yang menyenangkan.

Meskipun bersifat wajib, kegiatan Pramuka hari Kamis selalu diwarnai dengan antusiasme para siswa. Mereka mengikuti kegiatan dengan semangat, apalagi setiap minggunya ada variasi aktivitas yang membuat suasana lebih dinamis dan tidak monoton. Tim pembina Pramuka yang terdiri dari guru-guru terlatih juga selalu berupaya menciptakan suasana yang edukatif sekaligus menyenangkan.

Tak jarang kegiatan Pramuka juga disisipkan materi wawasan kebangsaan, simulasi tanggap bencana, latihan kepemimpinan dasar (LDK), hingga persiapan untuk lomba kepramukaan antar sekolah. Semua ini menjadi nilai tambah bagi siswa sebagai bekal menghadapi tantangan dunia luar.

Sebagai siswa SMK yang disiapkan untuk langsung terjun ke dunia kerja atau berwirausaha, Pramuka memiliki peran penting dalam membentuk soft skills seperti komunikasi, manajemen waktu, kerja sama, hingga problem solving. Kegiatan Pramuka tidak hanya membangun fisik dan mental, tetapi juga menumbuhkan kecerdasan emosional dan sosial yang sangat dibutuhkan di dunia kerja saat ini.

Dalam rangka meningkatkan kemampuan literasi kitab kuning para santri, SMK Sahid Pondok Pesantren Modern Sahid Bogor kembali mengadakan Tes Membaca Kitab Kosong, dengan menggunakan kitab Akhlaq lil Banin sebagai bahan uji utama. Tes ini merupakan salah satu tradisi penting dalam pendidikan pesantren yang bertujuan untuk menguji pemahaman dan kefasihan santri dalam membaca teks Arab gundul (tanpa harakat) secara benar dan tepat.

Kitab Akhlaq lil Banin karya Syekh Umar bin Ahmad Baraja dipilih karena isinya yang sarat dengan nilai-nilai moral dan akhlak yang relevan dengan kehidupan santri. Kitab ini banyak digunakan di berbagai pondok pesantren karena bahasanya yang lugas, materi yang aplikatif, dan sangat sesuai sebagai pengantar dalam pelajaran akhlak Islam.

Makna Tes Kitab Kosong

Tes kitab kosong bukan sekadar ujian teknis membaca, tetapi juga latihan mendalam dalam:

  • Menguasai kaidah nahwu dan sharaf
  • Melatih ketelitian dalam memahami struktur kalimat
  • Menumbuhkan kedisiplinan dan ketekunan dalam belajar kitab kuning
  • Menginternalisasi nilai-nilai akhlak yang terkandung dalam isi kitab

Dalam pelaksanaannya, para santri diminta membaca potongan teks tanpa harakat dan menerjemahkannya secara lisan di hadapan para penguji. Santri yang mampu membaca dengan baik menunjukkan tidak hanya penguasaan bahasa Arab, tetapi juga pemahaman makna dan konteks isi kitab.

Dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0, kemampuan teknologi digital menjadi hal yang mutlak dimiliki oleh para pendidik, terutama guru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Seiring dengan perkembangan pesat teknologi, keterampilan seperti coding dan pemahaman tentang kecerdasan artifisial (AI) menjadi semakin penting untuk diterapkan dalam proses pembelajaran.

Menjawab tantangan tersebut, diselenggarakanlah pelatihan coding dan kecerdasan artifisial khusus bagi guru SMK, sebagai langkah strategis untuk meningkatkan literasi digital sekaligus mempersiapkan peserta didik yang siap bersaing di dunia kerja masa depan.

Pelatihan ini bertujuan untuk:

  • Membekali guru dengan pengetahuan dasar dan lanjutan mengenai pemrograman (coding), baik dalam bahasa pemrograman Python, JavaScript, atau lainnya.
  • Memperkenalkan konsep dan penerapan kecerdasan buatan dalam kehidupan sehari-hari dan dunia industri.
  • Menunjukkan integrasi AI dalam bidang keahlian di SMK, seperti desain, otomotif, bisnis, hingga teknologi informasi.
  • Mendorong guru untuk mengembangkan project-based learning berbasis teknologi digital.
  • Menyusun perangkat ajar berbasis AI dan coding yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka dan kebutuhan dunia kerja.

Dengan pelatihan ini, diharapkan guru SMK tidak hanya menjadi pengajar yang adaptif terhadap teknologi, tetapi juga menjadi inovator pendidikan, yang mampu menginspirasi siswa untuk berkarya di bidang teknologi digital.

Lebih dari sekadar tren, coding dan AI kini menjadi bahasa masa depan. Sudah saatnya guru tidak hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21 yang relevan, kontekstual, dan berdaya guna.

“Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
(HR. Ahmad)

Hadist ini bukan hanya sekadar motivasi, tetapi menjadi tuntunan hidup yang seharusnya tertanam dalam diri setiap individu, terutama bagi para guru, santri maupun pelajar yang tengah menempuh pendidikan di lingkungan pondok pesantren dan sekolah formal.

Di pondok pesantren, nilai-nilai kebersamaan, keikhlasan, dan gotong royong bukan hanya diajarkan, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Membantu teman yang kesulitan memahami pelajaran, berbagi makanan, menjaga kebersihan kamar, hingga ikut serta dalam kegiatan sosial pondok seperti bakti lingkungan, merupakan bentuk nyata dari menebar manfaat kepada sesama. Dari hal-hal kecil inilah, karakter mulia terbentuk—karakter yang mampu memberi, bukan hanya menerima.

Begitu pula di lingkungan sekolah, siswa diajarkan untuk bekerja sama dalam kelompok, saling mendukung dalam proses pembelajaran, serta aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler dan organisasi. Semua itu tidak hanya bertujuan untuk mengasah kemampuan akademik dan keterampilan, tetapi juga membentuk kepekaan sosial. Ketika seorang pelajar menggunakan ilmunya untuk menginspirasi teman lain, membantu guru dalam kegiatan kelas, atau menjadi panitia dalam acara sekolah, di situlah manfaat dari dirinya dirasakan orang lain.

Pondok dan sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk melatih diri menjadi pribadi yang memberi dampak positif bagi lingkungan. Ketika ilmu dan akhlak berjalan beriringan, maka terciptalah generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli.

Menjadi manusia yang bermanfaat tidak selalu berarti melakukan hal besar. Senyuman yang tulus, ucapan yang menenangkan, tindakan kecil yang meringankan beban orang lain, semuanya adalah bentuk kebaikan yang bernilai. Maka, siapapun kita saat ini, bagaimana pun situasinya, kita selalu bisa menjadi bermanfaat untuk orang lain.

“Show your talent”

Pada hari Kamis, tanggal 24 Juli 2025, Madrasah Aliyah Sahid  telah melaksanakan kegiatan Bulan Bahasa dalam rangka memperingati pentingnya bahasa sebagai sarana komunikasi global serta sebagai wujud apresiasi terhadap keberagaman bahasa asing dengan tema kegiatan “SHUT (Show Your Talent)”. Acara ini berlangsung di Aula Bahagia Wali Songo II mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.

Adapun bahasa asing yang diangkat dalam kegiatan ini adalah Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Bahasa Jerman. Kegiatan ini mengusung semangat kolaboratif antar siswa untuk lebih mengenal budaya dan bahasa internasional.

Rangkaian Acara:

  1. Pembukaan Acara
    • Menyanyikan lagu Indonesia Raya
    • Sambutan Kepala Sekolah
    • Sambutan Ketua Panitia
  2. Penampilan Budaya & Bahasa
    • Pidato 3 Bahasa oleh perwakilan siswa
    • Drama singkat Bahasa Inggris:
    • Musikalisasi puisi dalam Bahasa Jerman
  3. LPameran Mini
    • Stand bahasa masing-masing: Arab, Inggris, dan Jerman
    • Sajian makanan khas negara-negara berbahasa tersebut
    • Pemutaran video dokumenter budaya
  4. Penutupan
    • Pengumuman pemenang lomba
    • Pembagian hadiah
    • Doa bersama

Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan mendapat antusiasme yang tinggi dari para siswa, guru, dan tamu undangan. Tujuan dari acara ini adalah meningkatkan kecintaan siswa terhadap bahasa asing serta membuka wawasan terhadap keragaman budaya dunia.

Demikian berita acara ini dibuat sebagai dokumentasi kegiatan dan laporan kepada pihak terkait.

Bogor, 30 Juli 2025 — SMK Sahid Bogor melaksanakan kegiatan Gladi Bersih Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) untuk Tahun Pelajaran 2025/2026 dengan penuh semangat dan kesiapan yang matang. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada tanggal 30-31 Juli 2025, bertempat di ruang laboratorium komputer SMK Sahid Bogor.

Gladi bersih ini merupakan tahap akhir sebelum pelaksanaan ANBK resmi yang dijadwalkan pada bulan Agustus mendatang. Tujuan utama gladi bersih adalah untuk memastikan kesiapan teknis perangkat komputer, sistem jaringan, serta simulasi alur pelaksanaan asesmen yang akan dihadapi oleh siswa kelas XI sebagai peserta utama.

Dalam pelaksanaannya, siswa mengikuti dua jenis asesmen, yaitu Literasi Membaca dan Numerasi, sesuai dengan ketentuan dari Kemendikbudristek. Siswa terlihat antusias dan fokus mengerjakan soal, sementara tim teknis dan proktor memastikan semua perangkat berjalan optimal tanpa hambatan.

Gladi bersih ini sangat penting sebagai bentuk persiapan menyeluruh. Dalam Gladi Bersih ini SMK Sahid ingin memastikan bahwa tidak hanya siswa yang siap menghadapi asesmen nasional, tetapi juga seluruh infrastruktur pendukung berjalan maksimal agar pelaksanaan ANBK nanti dapat berlangsung lancar dan tanpa kendala,

Selain siswa dan guru, kegiatan ini juga melibatkan teknisi dan pengawas Guru yang turut mengawasi jalannya gladi bersih. Kegiatan ini sekaligus menjadi momen pembelajaran digital yang bermanfaat untuk menumbuhkan budaya literasi dan numerasi di lingkungan sekolah.

Dengan terlaksananya gladi bersih ini, SMK Sahid Bogor optimis menghadapi ANBK 2025 dengan lebih siap dan percaya diri. Semoga hasil asesmen yang akan datang dapat mencerminkan kualitas pendidikan yang terus ditingkatkan di lingkungan SMK Sahid Bogor.

Siswa SMK Sahid Bogor jurusan Kuliner kembali menunjukkan kreativitas dan keterampilan mereka, dengan menghadirkan berbagai kreasi sambal khas nusantara yang menggugah selera. Kali ini, para siswa menciptakan variasi sambal dengan bahan utama laut seperti teri, cumi, dan udang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari praktik pembelajaran, di mana para siswa didorong untuk menggali potensi kuliner lokal dan mengembangkannya menjadi produk yang memiliki nilai jual.

Masing-masing kelompok siswa menampilkan sambal dengan cita rasa khas:

  • Sambal Teri yang renyah dan pedas menggigit,
  • Sambal Cumi dengan tekstur kenyal dan rasa gurih yang dalam,
  • serta Sambal Udang yang menggoda selera dengan aroma khas seafood yang menggugah.

Tak hanya memperhatikan rasa, para siswa juga menampilkan kemasan yang menarik dan menjajaki strategi pemasaran sederhana sebagai bagian dari penguatan karakter kewirausahaan.

Kepala Program Keahlian Kuliner SMK Sahid Bogor. Anita Suprapti, ME menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu membentuk siswa yang tidak hanya terampil dalam memasak, tetapi juga mampu membaca peluang usaha di bidang kuliner lokal yang berpotensi besar.

Melalui kegiatan ini, SMK Sahid Bogor terus berkomitmen membentuk lulusan yang kreatif, berdaya saing, dan siap terjun ke dunia kerja maupun wirausaha.

Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan bagian integral dari Kurikulum SMK yang bertujuan untuk menghubungkan pembelajaran di sekolah dengan dunia kerja. Melalui PKL, siswa dapat mengaplikasikan kompetensi yang telah dipelajari, memperoleh pengalaman nyata di dunia industri, serta membangun etos kerja profesional.

Agar kegiatan PKL berjalan efektif dan sesuai dengan tujuan, monitoring dari pihak sekolah sangatlah penting. Monitoring menjadi jembatan antara sekolah, siswa, dan industri dalam memastikan pelaksanaan PKL berjalan sesuai rencana dan memberikan hasil yang optimal

Monitoring PKL memiliki beberapa tujuan utama, antara lain:

  1. Menjamin Pelaksanaan PKL Sesuai Kurikulum
  2. Menilai Perkembangan Kompetensi Siswa
  3. Menjalin Komunikasi yang Efektif dengan Dunia Usaha dan Industri (DUDI)
  4. Mengidentifikasi Permasalahan yang Muncul di Lapangan

Monitoring PKL dilakukan secara terstruktur dengan beberapa tahapan, yaitu:

1. Persiapan

– Penyusunan jadwal kunjungan
– Penugasan guru pembimbing
– Koordinasi awal dengan DUDI

2. Pelaksanaan Monitoring

– Kunjungan langsung ke tempat PKL
– Wawancara dengan siswa dan pembimbing dari DUDI
– Observasi aktivitas siswa
– Pengisian lembar evaluasi dan catatan harian

3. Evaluasi dan Tindak Lanjut

– Penyusunan laporan monitoring
– Evaluasi hasil PKL oleh guru pembimbing
– Rekomendasi perbaikan untuk pelaksanaan PKL berikutnya

Guru pembimbing memiliki peran sentral dalam keberhasilan monitoring PKL, antara lain:

– Membimbing dan memotivasi siswa selama masa PKL

– Menilai performa dan kedisiplinan siswa

– Menjadi mediator antara pihak industri dan sekolah bila terjadi kendala

– Melakukan pelaporan berkala sebagai bentuk pertanggungjawaban kegiatan PKL

Monitoring PKL adalah aspek penting dalam pelaksanaan praktik kerja industri bagi siswa SMK. Dengan sistem monitoring yang baik dan terstruktur, kegiatan PKL tidak hanya menjadi formalitas, melainkan sarana pembelajaran yang bermakna dan membekali siswa dengan pengalaman dunia kerja yang nyata. Kolaborasi yang baik antara sekolah, siswa, dan industri akan menciptakan lulusan SMK yang siap kerja, adaptif, dan profesional.